Al Quran Obat Jiwa

Problema terbesar yang selalu melingkupi kehidupan manusia adalah persoalan manusia menghadapi dirinya sendiri. Sehingga dalam hidupnya manusia selalu ditemani dengan rasa gelisah dan kecewa tatkala manusia mendapat sedikit musibah dan kesulitan hidup.

Di sisi lain, jiwa manusia pun akan muncul jiwa kikir, pelit, sombong, merasa berkuasa dan sekaligus khawatir kenikmatan yang telah dikecap dan dirasakan akan berpindah ke tangan orang lain. Al Quran adalah resep yang diberikan oleh Allah SWT agar muslimin dengan selamat mengatasi problema kejiwaan manusia. Tetapi Al Quran yang ada di sisi kita kurang kita ambil manfaatnnya, karena perlakuan-perlakuan yang salah. Bagaimana mestinya?

1.      Membaca Al Quran

Al Quran adalah kitab suci yang merupakan sumber utama dan pertama ajaran Islam menjadi petunjuk kehidupan umat manusia diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu rahmat yang tak ada taranya bagi alam semesta. Di dalamnya terkumpul wahyu Ilahi yang menjadi petunjuk, pedoman dan pelajaran bagi siapa yang mempercayai dan mengamalkannya. Al Quran adalah kitab suci yang terakhir diturunkan oleh Allahyang isinya mencakup segala pokok-pokok syari’at yang terdapat dalam kitab-kitab suci sebelumnya.

Setiap mukmin yakin bahwa membaca Al Quran saja sudah termasuk amal yang sangat mulia dan akan mendapat pahala yang berlipat ganda. Bahkan membaca Al Quran itu bukan saja menjadi amal dan ibadah, tetapi juga menjadi obat penawar bagi orang yang resah jiwanya.

Membaca Al Quran baik mengerti artinya ataupun tidak adalah termasuk ibadah dan memberi manfaat bagi si pembaca serta akan disinari dengan cahaya Ilahi yang terang benderang.

2.      Mendengarkan Bacaan Al Quran

Tentang pahala mendengarkan bacaan Al Quran dengan jelas dalam surat Al A’raf ayat 204 yang artinya “Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah (baik-baik) dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al A’raf [7]:204)

Mendengarkan bacaan Al Quran dengan baik dapat menghibur perasaan sedih, menenangkan hati yang gelisah dan melunakkan hati yang keras, serta mendatangkan petunjuk. Itulah yang dimaksudkan dengan rahmat Allah.

Semakin lama orang mendengarkannya maka hatinya akan terpikat. Lebih-lebih lagi dibaca dengan suara yang merdu dan lidah yang fasih maka akan lebih bisa mendatangkan pengaruh kepada jiwa yang mendengarkannya dan bertambah keimanannya, itu digambarkan oleh Allah sebagai berikut: “… dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka karenanya dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (QS. Al Anfal:2)

Di dalam riwayat, banyak sekali diceritakan betapa pengaruh bacaan Al Quran pada masa Rasulullah SAW terhadap orang-orang kafir yang setelah mendengarkan bacaan Al Quran. Banyak yang mulanya keras dan marah kepada Muhammad SAW serta pengikut-pengikutnya, berbalik menjadi lunak dan mau mengikuti ajaran Islam. Rasulullah sendiri sangat gemar mendengarkan bacaan Al Quran dari orang lain.

3.      Menamatkan bacaan Al Quran

Bagi orang mukmin membaca Al Quran telah menjadi kecintaannya. Pada waktu membaca Al Quran ia sudah merasa seolah-olah jiwanya menghadap kehadirat Allah Yang Maha Kuasa. Tidak ada suatu kebahagiaan di dalam hati seorang mukmin melainkan bila dia dapat membaca Al Quran sampai khatam. Bila sudah khatam, itulah puncak dari segala kebahagiaan hatinya.

4.      Adab Membaca Al Quran

Imam Al Ghazali telah membagi adab yang mengenai batin dan adab yang mengenai lahir. Adab yang mengenai batin itu diperinci lagi menjadi arti memahami asal kalimat, cara hati membesarkan kalimat Allah, menghadirkan hati dikala membaca. Dengan demikian kandungan Al Quran yang dibaca dengan perantara lidah, dapat bersemi dalam jiwa dan meresap ke dalam hati sanubarinya.

Imam Al Ghazali menjelaskan bagaimana cara hati membesarkan kalimat Allah, yaitu bagi pembaca Al Quran ketika ia memulainya, maka terlebih dahulu ia harus menghadirkan alam hatinya, betapa Agung Allah yang mempunyai kalimat-kalimat itu. Dia harus yakin dalam hatinya bahwa yang dibacanya itu bukanlah kalam manusia, tapi adalah kalam Allah SWT. Sebagaimana diriwayatkan Ikrimah bin Abi Jahl, sangat gusar hatinya bila melihat lembaran-lembaran yang bertuliskan Al Quran berserak-serak seolah-olah tersia-sia, lalu ia memungutnya selembar demi selembar, sambil berkata : “Ini adalah kalam Tuhanku! Ini adalah kalam Tuhanku, membesarkan kalam Allah berarti membesarkan Allah!”

5 thoughts on “Al Quran Obat Jiwa”

  1. Ass_________________

    saya sangant tertarik sekali dengan artikel ini tapi kalu ada lagi info yang bagus tentang ketenangan hidup mohon kirim ke E-mail saya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *