Andai Al-Quran Bisa Bicara

Andai Al-Quran bisa bicara ia akan berkata :

“Waktu kau masih anak-anak, kau bagai teman sejatiku, dengan air wudhu kau sentuh aku, dalam keadaan suci kau pegang aku, kau baca aku dengan suara lirih maupun keras, sekarang kau telah dewasa, nampaknya kau sudah tidak berminat lagi padaku, apakah aku bacaan yang sudah usang? yang tinggal sejarah? Sekarang kau simpan aku dengan rapi, kau biarkan aku sendiri, aku menjadi kusam dalam almari, berlapis debu dimakan kutu, Ku mohon peganglah aku lagi, bacalah aku disetiap waktu.”

Inilah yang menjadi keprihatinan kita, terhadap generasi muda kita. Sewaktu mereka masih kelas 3 atau 4 di bangku Sekolah Dasar,  mereka rajin mengikuti TPA/TPQ di masjid-masjid setidaknya sepekan 2 atau 3 kali, mereka rajin belajar mengaji (kebanyakan dengan metode iqra), namun setelah kelas 6 SD atau lulus iqra 6 setelah diwisuda tidak lagi mereka mau mengaji,,,, ada yang punya solusi? Silakan komentar…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *