Pemeliharaan Alquran dari Masa ke Masa

Dalam Alquran surah Al-Hijr (15) ayat 9, Allah berfirman, ”Sesungguhnya, Kami-lah yang menurunkan Alquran dan Kami pula yang menjaganya.” Ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Alquran selama-lamanya hingga akhir zaman dari pemalsuan. Karena itu, banyak umat Islam, termasuk di zaman Rasulullah SAW, yang hafal Alquran. Dengan adanya umat yang hafal Alquran, Alquran pun akan senantiasa terjaga hingga akhir zaman.

Selanjutnya, demi memudahkan umat membaca Alquran dengan baik, mushaf Alquran pun dicetak sebanyak-banyaknya setelah melalui tashih (pengesahan dari ulama-ulama yang hafal Alquran). Alquran pertama kali dicetak pada tahun 1530 Masehi atau sekitar abad ke-10 H di Bundukiyah (Vinece). Namun, kekuasaan gereja memerintahkan agar Alquran yang telah dicetak itu dibasmi. Kemudian, Hankelman mencetak Alquran di Kota Hamburg (Jerman) pada tahun 1694 M atau sekitar abad ke-12 H. (Lihat RS Abdul Aziz, Tafsir Ilmu Tafsir, 1991: 49). Kini, Alquran telah dicetak di berbagai negara di dunia.

Pemeliharaan Alquran tak berhenti sampai di situ. Di sejumlah negara, didirikan lembaga pendidikan yang dikhususkan mempelajari Ulum Alquran (ilmu-ilmu tentang Alquran). Salah satu materi pelajaran yang diajarkan adalah hafalan Alquran. Di Indonesia, terdapat banyak lembaga pendidikan yang mengajak penuntut ilmu ini untuk menghafal Alquran, mulai dari pendidikan tinggi, seperti Institut Ilmu Alquran (IIQ) hingga pesantren yang mengkhususkan santrinya menghafal Alquran.

Demi memotivasi umat untuk meningkatkan hafalannya, kini diselenggarakan Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ), dari tingkatan satu juz, lima juz, 10 juz, hingga 30 juz. ”Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya.” (HR Bukhari). Adanya lembaga penghafal Alquran ini maka kemurnian dan keaslian Alquran akan senantiasa terjaga hingga akhir zaman. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, para penghafal Alquran ini akan ditempatkan di surga. Wa Allahu A’lam.

Ditinjau dari segi bahasa (etimologi), Alquran berasal dari bahasa Arab yang berarti bacaan atau sesuatu yang dibaca berulang-ulang. Kata ‘Alquran’ adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata kerja (fi’il madli) qaraa yang artinya membaca.
Para pakar mendefinisikan Alquran sebagai kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan mutawatir dan bagi orang yang membacanya termasuk ibadah. Al-Qur’anu huwa al-kitabu al-Mu’jiz al-Munazzalu ‘ala Muhammadin bi wasithah sam’in aw ghairihi aw bilaa wasithah.

Ada juga yang mendefinisikannya sebagai firman Allah yang tiada tandingannya. Diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, penutup para Nabi dan Rasul, dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir yang dimulai dengan surat Alfatihah dan ditutup dengan surat Annas.

Alquran terdiri atas 114 surat serta 30 juz dengan jumlah ayat lebih dari 6.000 ayat. Kalangan ulama masih berbeda pendapat mengenai jumlah ayat Alquran. Ada yang menyebutkan jumlahnya sebanyak 6.236 ayat, 6.666 ayat, 6.553 ayat, dan sebagainya. Perbedaan penghitungan jumlah ayat ini karena banyak ulama yang belum sepakat apakah kalimat Bismillahirrahmanirrahim yang ada di pembukaan surah dan huruf Alif Lam Mim, Alif Lam Ra, Yaa Sin, Shad, dan Qaaf termasuk ayat atau bukan. Inilah yang menyebabkan adanya perbedaan mengenai jumlah ayat. Namun demikian, hal itu tidak menimbulkan perpecahan di antara umat.

Alquran diturunkan secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun. Para ulama membagi masa penurunan ini menjadi dua periode, yaitu periode Makkah dan periode Madinah. Periode Makkah berlangsung selama 13 tahun masa kenabian Rasulullah SAW. Sementara itu, periode Madinah dimulai sejak peristiwa hijrah berlangsung selama 10 tahun.

Sedangkan, menurut tempat diturunkannya, setiap surat dapat dibagi kepada surat-surat Makkiyah (ayat-ayat Alquran yang turun di Makkah) dan Madaniyah (diturunkan di Madinah). Surat-surat yang turun sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah digolongkan surat Makkiyah, sedangkan setelahnya tergolong surat Madaniyah.

Sementara itu, dari segi panjang-pendeknya, surat-surat yang ada dalam Alquran terbagi menjadi empat bagian. Pertama, As-Sab’u al-Thiwaal (tujuh surat yang panjang), yaitu Albaqarah, Ali Imran, Annisa’, Al A’raf, Al An’am, Almaidah, dan Yunus. Kedua, surat-surat yang memiliki seratus ayat lebih (Al Miuun), seperti surat Hud, Yusuf, Mu’min, dan sebagainya.
Ketiga, surat-surat yang jumlah ayatnya kurang dari seratus ayat (Al Matsaani), seperti surat  Al Anfal, Alhijr, dan sebagainya. Keempat, surat-surat pendek (Al-Mufashshal), seperti surat Adhdhuha, Al Ikhlas, Alfalaq, Annas, dan sebagainya.

3 thoughts on “Pemeliharaan Alquran dari Masa ke Masa”

  1. Askum Wr. Wb.

    Perkenankan saya menyampaikan saran khususnya mengenai jumlah ayat Alquran. Jumlah ayatnya adalah 6236 bukan 6666 sebagaimana saya diberitahukan oleh guru ngaji saat masih sekolah SD/SMP/SMA. Setelah saya hitung sendiri maka terdapat 6236. Mengenai basmalah atau huruf mutasyabihat adalah sudah sangat jelas dimana dengan basmalah atau tidak Alfatihah adalah 7 ayat. sedang peran basmalah di surat2 lainnya tidak sebagai ayat. Surat yang tanpa basmalah adalah surat 9.

    Jadi saran saya, Alquran sudah sangat jelas sehingga ayatnya pun berjumlah sanagat jelas 6236.

    Demikian sumbangan saran semoga bermanfaat. akhirnya kami mohon maaf jika saran kami ini menjadi kurang berkenan.

    Wassalam

    Firman Hakim

  2. jumlah ayat AL QUR'AN itu adalah 6666 ayat kenapa saya mengatakan demikian karena satu kata yang terdapat dalam kata2 tunggal dalam AL QURAN TERMASUK BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM TETAP MERUPAKAN 1 AYAT HITUNGAN INI DIPERKUAT KARENA DARI SATU KATA ITU MAKNA YANG DIDAPAT SANGAT MENDALAM DAN KATA BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM MENGIMANI SELURUH AYAT DALAM SATU SURAT AL QURAN DAN TIAP SURAT MAKNA NYA BERBEDA SESUAI DENGAN JUDUL SURATNYA KRN ITU TIAP KATA ITU DALAM TIAP KEPALA SURAT MEMILIKI MAKNA YANG BERBEDA SESUAI DENGAN JUDUL SURATNYA. BEGITU PULA DENGAN ALIF LAM MIM SATU KATA ITU MENGIMANI SELURUH SURAH AL BAQARAH KARENA ITU KATA RINGKAS ITU DAPAT DIHITUNG DALAM SATU AYAT. DAN MERUJUK PADA SIFAT2 ALLAH YANG MERUPAKAN ANGKA2 TAK TERBATAS YANG SERAGAM MAKA ANGKA 6666 DAN SELURUH KELANJUTAN ANGKA TERSEBUT YANG ADA DI LAUHUL MAHFUDZ MENANDAKAN AL QURAN ITU BESARAL DARI ALLAH.BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM. AUZUBILLAHIMINASYAITHANIRRAJIM. INSYA ALLAH. FROM JULI ARMIATY SARAGIH,S.Si., Apt. INDONESIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *