Download CD Ayo Belajar Ngaji Jilid 2

Admin Blog Ayo Belajar Ngaji | Belajar Cepat Baca Quran Metode Smart banyak sekali menerima pertanyaan baik melalui sms, email maupun komentar terkait dengan cara download CD Ayo Belajar Ngaji Jilid 2. Pada posting ini saya hanya ingin menegaskan bahwa CD Ayo Belajar Ngaji Jilid 2 hanya bisa didownload melalui email khusus bagi yang sudah donasi. Terkait dengan donasi saya tidak pernah menentukan besarannya, silakan berapapun sesuaikan dengan kemampuan dan kemanfaatan program ini, yang penting ikhlas saja.

Ayo Belajar Ngaji hanyalah aplikasi sederhana yang bisa dibuka di komputer atau laptop. Program ini saya khususkan bagi yang ingin belajar membaca Al-Quran dari awal terutama bagi yang belum mengenal huruf hijaiyah sama sekali dan hanya untuk orang dewasa tidak cocok untuk anak-anak. Bagi yang ingin tahu metode pembelajarannya silakan download jilid 1 pada sidebar samping kiri warna merah atau yang warna hijau. Pelajari baik-baik, sampai benar-benar anda kuasai huruf-huruf tersebut. Jika tertarik silakan bisa langsung datang ketempat kami atau bagi yang mau donasi (kami sangat berterimakasih) dan dapatkan jilid dua yang bisa didownload via email. Setelah donasi silakan konfirmasi via sms ke nomor 0853 854 37073 

Dapatkan Aplikasi Ayo Belajar Ngaji Belajar Cepat Baca Quran Metode SMART jilid 2 GRATIS dengan langsung silaturrahmi ketempat kami.

Metode Alternatif Belajar Cepat Baca Quran

Banyaknya metode Belajar Cepat Baca Quran membuat kita semakin mudah mempelajari Al-Quran, terlebih dengan mudahnya kita mengakses internet dimana kitapun bisa belajar secara online. Namun masih banyak juga diantara saudara-saudara kita yang belum begitu paham dengan dunia maya ini.

Nah, alternatif lain adalah kita belajar secara offline. Ayo Belajar Ngaji Online juga melayani Bimbingan secara offline, khusus bagi anda yang berada di wilayah Sukoharjo, Surakarta dan sekitarnya silakan datang dan Belajar Bersama Kami.

Materi pembelajarannya kami buat berupa CD interaktif yang saya kemas secara sederhana, dengan metode yang mudah dipahami. Materi ini bisa juga didownload gratis bagi yang telah mendaftar di Blog Ayo Belajar Ngaji ini. Bagi yang belum daftar silakan daftar dan download materinya dibawah tiap-tiap materi ajarnya.

Khusus bagi yang telah daftar dan donasi, selain saya kirim CD, saya tunjukkan juga metode lain sebagai alternatif yang langsung bisa didownload melalui link dibawah ini.

Kelanjutan artikel ini hanya bisa dibaca oleh Premium Member, silahkan login disini dulu atau Registrasi di sini

Tak Ada Kata Terlambat Belajar Al-Quran

Peluang Belajar Membaca Al-Quran

Dari Aisyah radhiallahu ‘anhu, katanya: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

”Orang yang membaca Al-Qur’an dengan mahir adalah bersama para malaikat yang mulia lagi taat, sedangkan orang yang membaca Al-Quran dengan tergagap dan susah membacanya baginya dua pahala. ” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).

Subhanallah…Dua pahala, yakni pahala membaca dan pahala susah payahnya.
Saudaraku,
Ketika kita dihadapkan pada peluang belajar Al Qur’an, sering muncul gangguan-gangguan yang akhirnya membuat kita mundur dan menunda-nunda peluang tersebut. Dan mungkin selalu ada saja alasan yang seakan masuk akal, sehingga kita tidak lagi merasa bersalah ketika mengabaikan tugas yang sangat penting ini.

1. Sudah terlalu tua
Di antara kita mungkin ada yang beralasan, bahwa kita sudah terlambat dalam belajar. Masa-masa keemasan kita sudah lewat. Kita sudah terlalu tua untuk dapat mengingat ayat-ayat Al Qur’an dengan baik. Lidah kita sudah terlalu kaku untuk dapat melafalkan huruf dengan fashih.

Padahal tahukah kita, bahwa Rasulullah mulai menghafal Al Qur’an di usia 41 tahun? Tahukah kita bahwa rata-rata usia para sahabat ketika mulai belajar Al Qur’an adalah 30 tahun? Di antara mereka bahkan ada yang mantan perampok, pembunuh, pemerkosa atau pelacur, sementara mereka juga adalah kaum buta huruf? Allahlah yang telah menutup dosa-dosa mereka dengan maghfirohNya. Kemuliaan dan keberkahan akan lahir berkat perjuangan mereka sendiri.  Allah berfirman,

Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sehingga mereka mau merubah diri mereka sendiri.

Ada pepatah mengatakan,

Belajar di masa kecil seperti mengukir di atas batu, sementara belajar di masa tua seperti mengukir di atas air

Ini adalah pepatah yang benar adanya. Tapi bukan berarti ia menjadi pembenaran atas berdiam dirinya kita dari upaya ini. Mengukir di atas air memang susah, tapi bukan sesuatu yang mustahil. Kemauan yang kuat akan membekukan air menjadi es. Kerja keras akan menjadikannya karya yang indah. Dan kontinyuitas akan menjaganya sepanjang usia kita. Jadi, masihkah alasan itu kita pergunakan?

2. Kesibukan yang menyita
Alasan kesibukan adalah alasan yang paling sering kita kemukakan. Kita merasa bahwa waktu kita sudah habis oleh ini dan itu. Ketika kita bermaksud untuk belajar Al Qur’an di sebuah halaqoh, tiba-tiba kita menemukan bahwa di waktu tersebut kita memiliki kegiatan yang jauh lebih penting. Akhirnya kita menyerah oleh keadaan. Dan kitapun —lagi-lagi— meninggalkan keinginan tersebut.

Benarkah kita sudah tak memiliki waktu lagi?

Hitunglah berapa jam waktu tidur kita… Berapa jam waktu yang kita habiskan di perjalanan… Juga jam-jam istirahat kita dan jam-jam bersenda gurau dengan orang lain…

Sudahkah semua itu sebanding dengan ibadah harian yang kita kerjakan? Sudahkah kita berlaku adil terhadap waktu kita? Tak bisakah kita menyisihkan waktu untuk Al Qur’an meskipun hanya sesaat? Benarkah tak bisanya kita adalah karena kehabisan waktu?
Allah berfirman dalam sebuah hadits qudsi,

“Barang siapa yang disibukkan Al Qur`an hingga tidak sempat berdzikir dan meminta kepadaKu, niscaya akan Aku berikan sesuatu yang lebih utama dari apa yang telah Kuberikan pada orang-orang yang meminta…”

3. Yang penting pemahaman
Sering ada orang yang bertanya kepada saya ketika ia ingin bergabung dengan halaqoh Al Qur’an. Di antara pertanyaan tersebut adalah, “Apakah belajar Al Qur’an di sini disertai tafsirnya atau hanya belajar membaca saja?”. Sungguh disayangkan ketika akhirnya banyak di antara mereka yang membatalkan keinginannya, hanya karena di sini tidak menyediakan program Tafsir Al Qur’an secara resmi.

Bagi orang yang menganggap bahwa memahami Al Qur’an lebih utama dari membacanya, atau mungkin sebaliknya, cukuplah baginya hadits-hadits Rasulullah berikut ini,

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan akan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, melainkan alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.”

“Sikap iri tidak diperbolehkan kecuali terhadap dua hal; seseorang yang di beri Al Qur’an oleh Allah kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang hari…”

“Orang yang pandai membaca Al Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia dan taat, sementara orang yang membaca Al Qur’an dengan terbata-bata serta merasa kesulitan akan mendapatkan dua pahala.”

“Bacalah Al Qur’an! Sesungguhnya Al Qur’an akan datang pada hari kiamat menjadi pemberi syafa’at bagi sahabat-sahabatnya”

“Dikatakan kepada Shohib Al Qur’an, ‘Bacalah! Naiklah (ke surga) dan nikmatilah (bacaan Al Qur’anmu) sebagaimana kamu menikmati bacaan Al Qur’an di dunia! Sesungguhnya kedudukanmu (di surga) sesuai dengan akhir ayat yang kamu baca.”

Ketahuilah bahwa nilai membaca Al Qur’an, menghafal dan memahaminya adalah sama di hadapan Allah. Membaca adalah kunci pembuka menuju pemahaman. Dan pemahaman akan meyakinkan kita tentang keharusan menghafal Al Qur’an.
Sesungguhnya masih banyak lagi alasan-alasan lain yang sering melintas di benak kita, yang telah dan akan terus menghalangi kita dari belajar dan berinteraksi dengan Al Qur’an. Tapi kita cukupkan pembahasan tentang hal ini, karena semua alasan itu sesungguhnya hanya alasan yag dipaksakan.

Yang perlu kita perbaiki adalah hati. Jika hati baik, maka baik yang lainnya. Jika hati rusak, maka rusak seluruhnya. Di antara penyebab kerusakan hati adalah apa yang diungkapkan oleh Rasulullah,

“Seseorang yang tak ada sedikitpun Al Qur’an dalam hatinya seperti rumah yang rusak”

Sebenarnya Belajar Membaca Al-Quran itu mudah. Buktinya? Silakan download file dibawah ini untuk belajar mandiri hanya di depan laptop atau komputer. Inilah diantara solusinya! silakan DOWNLOAD gratis. Jika tertarik silakan pesan CD Interaktif Ayo Belajar Ngaji, Belajar Cepat Baca Quran Metode Smart.

Sejarah Pemberian Tanda Baca dan Tajwid

Tentu, tak bisa dibayangkan bagaimana sulitnya membaca Alquran andai hingga saat ini kalam Ilahi itu masih ditulis dalam huruf Arab yang belum ada tanda bacanya sebagaimana di zaman Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin.

Jangankan harakat fathah (baris atas), kasrah (baris bawah), dhommah (baris depan), dan sukun (tanda wakaf, mati), bentuk serta tanda titik-koma (tanda baca) saja tidak ada. Tentu, masih lebih mudah membaca tulisan Arab yang ada di kitab kuning yang gundul (tanpa harakat) karena umat Islam masih bisa mengenali huruf-hurufnya berdasarkan bentuk dan tanda bacanya. Misalnya, huruf ta, tsa, ba, nun, syin, sin, shad, tho’, dan sebagainya walaupun tidak mengetahui terjemahannya.

Beruntunglah, kekhawatiran-kekhawatiran ini cepat teratasi hingga umat Islam di seluruh dunia bisa mengenali dan lebih mudah dalam membaca Alquran. Semua itu tentunya karena adanya peran dari sahabat Rasul, tabin, dan tabiit tabiin.Pemberian tanda baca (syakal) berupa titik dan harakat (baris) baru mulai dilakukan ketika Dinasti Umayyah memegang tampuk kekuasaan kekhalifahan Islam atau setelah 40 tahun umat Islam membaca Alquran tanpa ada syakal.

Pemberian titik dan baris pada mushaf Alquran ini dilakukan dalam tiga fase.

Pertama, pada zaman Khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan. Saat itu, Muawiyah menugaskan Abdul Aswad Ad-dawly untuk meletakkan tanda baca (i’rab) pada tiap kalimat dalam bentuk titik untuk menghindari kesalahan membaca.

Fase kedua, pada masa Abdul Malik bin Marwan (65 H), khalifah kelima Dinasti Umayyah itu menugaskan salah seorang gubernur pada masa itu, Al Hajjaj bin Yusuf, untuk memberikan titik sebagai pembeda antara satu huruf dengan lainnya. Misalnya, huruf baa’ dengan satu titik di bawah, huruf ta dengan dua titik di atas, dan tsa dengan tiga titik di atas. Pada masa itu, Al Hajjaj minta bantuan kepada Nashr bin ‘Ashim dan Hay bin Ya’mar.
Pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan ini, wilayah kekuasaan Islam telah semakin luas hingga sampai ke Eropa. Karena kekhawatiran adanya bacaan Alquran bagi umat Islam yang bukan berbahasa Arab, diperintahkanlah untuk menuliskan Alquran dengan tambahan tanda baca tersebut. Tujuannya agar adanya keseragaman bacaan Alquran baik bagi umat Islam yang keturunan Arab ataupun non-Arab (‘ajami).

Baru kemudian, pada masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah, diberikan tanda baris berupa dhamah, fathah, kasrah, dan sukun untuk memperindah dan memudahkan umat Islam dalam membaca Alquran. Pemberian tanda baris ini mengikuti cara pemberian baris yang telah dilakukan oleh Khalil bin Ahmad Al Farahidy, seorang ensiklopedi bahasa Arab terkemuka kala itu. Menurut sebuah riwayat, Khalil bin Ahmad juga yang memberikan tanda hamzah, tasydid, dan ismam pada kalimat-kalimat yang ada.

Kemudian, pada masa Khalifah Al-Makmun, para ulama selanjutnya berijtihad untuk semakin mempermudah orang untuk membaca dan menghafal Alquran, khususnya bagi orang selain Arab, dengan menciptakan tanda-tanda baca tajwid yang berupa isymam, rum, dan mad.

Sebagaimana mereka juga membuat tanda lingkaran bulat sebagai pemisah ayat dan mencantumkan nomor ayat, tanda-tanda wakaf (berhenti membaca), ibtida (memulai membaca), menerangkan identitas surah di awal setiap surah yang terdiri atas nama, tempat turun, jumlah ayat, dan jumlah ‘ain.

Tanda-tanda lain yang dibubuhkan pada tulisan Alquran adalah tajzi’, yaitu tanda pemisah antara satu Juz dan yang lainnya, berupa kata ‘juz’ dan diikuti dengan penomorannya dan tanda untuk menunjukkan isi yang berupa seperempat, seperlima, sepersepuluh, setengah juz, dan juz itu sendiri.

Dengan adanya tanda-tanda tersebut, kini umat Islam di seluruh dunia, apa pun ras dan warna kulit serta bahasa yang dianutnya, mereka mudah membaca Alquran. Ini semua berkat peran tokoh-tokoh di atas dalam membawa umat menjadi lebih baik, terutama dalam membaca Alquran.

Manfaat Membaca Al-Quran Meskipun Tidak Tahu Artinya

Seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah perkebunan/area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki-lakinya. Setiap pagi Sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Al-Quran. Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan memcoba menirunya seperti yang disaksikannya setiap hari.

Suatu hari ia bertanya pada kakeknya : “ Kakek, aku coba membaca Al-Quran sepertimu tapi aku tak bisa memahaminya, dan walaupun ada sedikit yang aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca dan menutupnya. Jadi apa gunanya membaca Al-Quran jika tak memahami artinya ?

Sang kakek dengan tenang sambil meletakkan batu-batu di perapian, memjawab pertanyaan sang cucu : “Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air.”

Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya, tetapi semua air yang dibawa habis sebelum dia sampai di rumah. Kakeknya tertawa dan berkata, “Kamu harus berusaha lebih cepat lain kali “.

Kakek itu meminta cucunya untuk kembali ke sungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah.

Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya, tidak mungkin membawa sekeranjang air dan dia pergi untuk mencari sebuah ember untuk mengganti keranjangnya.

Kakeknya mengatakan : ”Aku tidak ingin seember air, aku ingin sekeranjang air. Kamu harus mencoba lagi lebih keras. ” dan dia pergi ke luar untuk menyaksikan cucunya mencoba lagi. Pada saat itu, anak itu tahu bahwa hal ini tidak mungkin, tapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin, air tetap akan habis sebelum sampai di rumah. Anak itu kembali mengambil/mencelupkan keranjangnya ke sungai dan kemudian berusaha berlari secepat mungkin, tapi ketika sampai di depan kakeknya, keranjang itu kosong lagi. Dengan terengah-engah, ia berkata : ”Kakek, ini tidak ada gunanya. Sia-sia saja”.

Sang kakek menjawab : ”Nak, mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya?. Coba lihat dan perhatikan baik-baik keranjang itu .”

Anak itu memperhatikan keranjangnya dan baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sangat berbeda. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yang kotor, dan sekarang menjadi sebuah keranjang yang bersih, luar dan dalam. ” Cucuku, apa yang terjadi ketika kamu membaca Quran? Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali, tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu menyadari kamu akan berubah, luar dan dalam.

Aplikasi Quran Flash Gratis

Satu lagi sebuah aplikasi Al-Quran yang dapat anda baca di komputer seolah-olah membaca Al-Quran beneran. Aplikasi ini bernama Quran Flash. Bagi yang mau baca secara online silakan langsung menuju lokasi.

Bagi yang memesan CD interaktif Ayo Belajar Ngaji, Belajar Cepat Baca Quran Metode Smart versi paket, aplikasi ini bisa anda dapatkan secara gratis yang telah saya sertakan didalan CD tersebut.

Download Quran Flash

Kitab Tafsir Al-‘Usyr Al-Akhir Gratis

Tafsir Al-‘Usyr Al-Akhir dari Al-Quran Al Karim juz 28, 29, 30 disertai hukum-hukum penting bagi seorang muslim gratis bagi anda yang memesan versi paket CD interaktif Ayo Belajar Ngaji Belajar Cepat Baca Quran Metode Smart.

Sebuah kitab tafsir yang memuat hukum-hukum islam sebagai panduan hidup seorang muslim agar selamat dunia dan akhirat. Kitab ini disertai dengan tips-tips dasar yang sangat  bermanfaat bagi kehidupan seorang muslim.

Kitab ini sangat mahal karena fisiknya harus diperoleh dari tanah suci di Arab Saudi. Kitab ini sudah diterjemahkan ke dalam 50 bahasa termasuk Bahasa Indonesia. Berikut daftar isi dari Kitab Tafsir Al-‘Usyr Al-Akhir

daftar isi tafsir al-'usyr al-akhir, belajar cepat baca quran

Al-Quran Sebagai Pembela

Abu Umamah r.a. berkata : “Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur’an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur’an.”

Telah bersabda Rasulullah S.A.W :
Belajarlah kamu akan Al-Qur’an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya. Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, “Kenalkah kamu kepadaku?”

Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : “Siapakah kamu?”

Maka berkata Al-Qur’an : “Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari.”

Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur’an itu : “Adakah kamu Al-Qur’an?”

Lalu Al-Qur’an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.

Pada kedua ayah dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : “Dari manakah kami memperoleh ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?”

Lalu dijawab : “Kamu diberi ini semua karena anak kamu telah mempelajari Al-Qur’an.”

Bimbingan Belajar Cepat Baca Quran [Gratis]

Bagi yang berada di wilayah Sukoharjo (Surakarta dan sekitarnya)

Jika anda benar-benar ingin belajar membaca alquran dari awal sampai fasih, kami membuka Bimbingan Belajar Cepat Baca Quran [Gratis], silakan langsung datang ke tempat kami.

Waktu bimbingan pukul : 15.30 WIB s/d 17.00 WIB atau 19.30 WIB s/d 21.00 WIB [menyesuaikan]

Untuk materi pelajaran, bisa donasi CD Interaktif Ayo Belajar Ngaji, Belajar Cepat Baca  Quran Metode Smart atau silakan fotokopi panduannya. Insyaallah kami siap membimbing anda sampai bisa membaca alquran.